Archive for July, 2013

Resource Journal

Untuk civitas Akademika yang memerlukan resource Jurnal bisa mengakses juga ijns.apmmi.org semoga bermanfaat

Pengumuman Libur Lebaran

Seminar Nasional Teknologi Informasi & Komunikasi Terapan (SEMANTIK) 2013

Kepada Yth.


Bapak – Ibu
Para Peneliti, Dosen, Guru, Praktisi, Birokrat & Mahasiswa

di Tempat

Salam Sejahtera kami sampaikan,
Kami mengundang Bapak/Ibu untuk berpartisipasi sebagai peserta/pemakalah dalam Seminar Nasional Teknologi Informasi & Komunikasi Terapan (SEMANTIK) tahun 2013, yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) Semarang,
dengan temaIndustri Kreatif dalam Perspektif Kearifan Lokal Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi”

Seminar dan presentasi dilaksanakan pada hari/tanggal Sabtu, 16 November 2013. (Poster dalam lampiran Attachment)
Dengan para pemateri seminar :
Keynote Speaker : KRMT Roy Suryo (Menteri Pemuda dan Olahraga)
Pembicara I : Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah) *
Pembicara II : Dr. Ir. Edi Noersasongko, M.Kom (Rektor Universitas Dian Nuswantoro)
*) dalam konfirmasi
Adapun Topik Call for Papers/Poster meliputi bidang kajian:
1. Bidang Pendidikan
2. Bidang Pemerintahan
3. Bidang Ekonomi
4. Bidang Industri
5. Bidang Elektronika
6. Bidang Sosial Budaya (Humaniora)
7. Bidang Ilmu Komunikasi & Jaringan
8. Bidang Kesehatan
9. Bidang Informatika

Tanggal Penting:
Berikut adalah tanggal-tanggal penting acara tersebut:
1. Batas Akhir Penerimaan Full Paper : 30 Agustus 2013
2. Batas Akhir Pengumuman Hasil Seleksi : 16 September 2013
3. Batas Akhir Penerimaan Camera Ready : 27 September 2013
4. Batas Akhir Penerimaan bukti pembayaran : 27 September 2013
5. Batas Akhir Pendaftaran Peserta non pemakalah : 30 Oktober 2013
6. Pelaksanaan Konferensi Paper : 16 November 2013
Tempat
Seminar, Call Paper & Poster
Tempat Seminar : Hall Aula Universitas Dian Nuswantoro Semarang, GD E lantai 3
Waktu : 07.30 s/d 12.00 WIB

Tempat Presentasi : Gdg. D lantai 3 Universitas Dian Nuswantoro
Waktu Pelaksanaan : 13.00 s/d 17.00 WIB

Panitia Pelaksana memohon kesediaan Bapak/Ibu untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dan kami berharap bapak/ibu tidak keberatan untuk menyampaikan informasi ini untuk dapat disebarluaskan di lingkungan Bapak/Ibu.
Informasi lebih lanjut dapat dilihat di website http://events.dinus.ac.id/semantik2013


Jika terdapat pertanyaan lebih lanjut, silakan menghubungi :
Juli Ratnawati : 081325075614
Etika KD : 085225126188




Atau melalui e-mail ke: semantik.dn@gmail.com
Atas perhatian, kerjasama dan partisipasinya tidak lupa diucapkan terimakasih. Dan bila bapak/ibu merasa keberatan dengan email ini mohon di-Reply dengan Subject “KEBERATAN”.
Salam hormat kami,

Panitia SEMANTIK 2013
LPPM Universitas Dian Nuswantoro
Universitas Dian Nuswantoro Semarang
Jl. Nakula I No. 5-11 Semarang

Foemasi Dosen

PENGUMUMAN
Nomor :15/t /Rek/40/DOSDMNI/2013
Tentang
PENERIMAAN DOSEN TETAPUNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, membuka kesempatan untuk menjadi dosen tetap pada:
Program studi Strata Satu (Si): Akuntansi, Manajemen, Ilmu Ekonomi, Ilmu Hukum, Teknik Sipil,
Teknik Lingkungan, Arsitektur, Teknik Industri, Teknik Informatika, Teknik Elektro, Teknik Mesin,
Ilmu Komunikasi, Psikologi, Hubungan Internasional, Pendidikan Bahasa Inggris, Statistika, Farmasi,
Pendidikan Kimia, Pendidikan Dokter, Hukum Islam, Ekonomi Islam dan Pendidikan Agama Islam;
Program D3: Analis Kimia;
c. Program Profesi: Apoteker;
dengan syarat-syarat sebagai berikut:
I. Syarat pendaftaran :
Warga Negara Indonesia.
Beragama Islam.
Sehat jasmani dan rohani.
Berkelakuan balk.
Berpendidikan S2/S3, dengan jenjang pendidikan antara SI, S2, dan S3 pada jalur yang sebidang/
serumpun.
Diberikan kesempatan bagi lulusan SI yang sedang menempuh studi S2, khusus untuk program studi:
Akuntansi, Teknik Industri, Teknik Informatika, Teknik Mesin, Pendidikan Dokter, Farmasi, dan
Ekonomi Islam sesuai syarat khusus. Akreditasi program studi asal minimal sama dengan akreditasi program
studi UII yang dituju, minimal akreditasi B.
Catalan: Apabila telah lolos seleksi, calon dosen tetap dengan pendidikan SI yang sedang menempuh program S2 (atas
biaya di luar tanggungan U11), batas waktu selesai studi S2 selambat-lambatnya pada akhir tahun 2014 dan pengangkatan
sebagai calon pegawai (dosen tetap) dilakukan setelah yang bersangkutan dinyatakan lulus S2.
Pada tanggal 1 Oktober 2013, maksimal berusia 30 tahun bagi yang berijazah SI, 35 tahun bagi yang berijazah
S2, dan 39 tahun bagi yang berijazah S3/Spesialis.
g. lndeks Prestasi Kumulatif serendah-rendahnya:
Tiga koma dua lima (3,25) untuk SI selain Dokter;
Tiga koma nol (3,0) untuk Dokter;
Tiga koma lima (3,5) untuk S2 dan S3 dalam dan luar negeri; dan
Tiga koma tiga (3,3) untuk Spesialis.
Syarat IPK tersebut di atas berlaku secara komulatif untuk semua ijazah yang dimiliki, pelamar wajib
melampirkan IPK sesuai ieniang pendidikan (Si, Dokter, S2, S3, Spesialis) yang dimiliki.
h. Ketentuan IPK sebagaimana dimaksud pada point g berdasarkan skala 4 (empat).
i. Syarat Khusus:
Ilmu Hukum
Calon dosen prodi Ilmu Hukum, diproyeksikan sebagai pengajar pada Departemen Hukum Administrasi
Negara/Hukum Acara/Hukum Perdata/ Hukum Internasional.
Teknik Sipil
Berpendidikan Teknik Sipil.
Teknik Lingkungan
Berpendidikan minimal S2 dengan latar belakang pendidikan SI Teknik Kimia dan S2 Kimia
Lingkungan/Teknik Lingkungan/Bioteknologi/Ilmu Lingkungan
Berpendidikan minimal S2 dengan latar belakang pendidikan Si Biologi dan S2 Biologi
Lingkungan/Bioteknologi/Teknik Lingkungan/lImu Lingkungan.

Arsitektur
Berpendidikan S2 Arsitektur dengan jenjang pendidikan yang sebidang/ serumpun, untuk
diproyeksikan pada keahlian Ilmu dan Teknologi Bangunan, diutamakan mempunyai pengalaman atau
kekuatan pada aspek simulasi komputasional kualitas lingkungan dan bangunan,
Berpendidikan S2 Arsitektur dengan jenjang pendidikan yang sebidang/ serumpun, untuk
diproyeksikan pada keahlian Teknologi Komunikasi Arsitektural, diutamakan mempunyai pengalaman
Komputasi Arsitektural , parametric design dan BIM.
Teknik Industri
Berpendidikan Teknik Industri S2, S3 atau sedang menempuh studi program S2/S3 dengan jenjang
pendidikan yang sebidang/ serumpun.
Teknik Informatika
Berpendidikan S2, S3 atau sedang menempuh studi program S2/S3 dengan jenjang pendidikan yang
sebidang/ serumpun dari lulusan Si Prodi Ilmu Komputer, Teknik Informatika, Teknologi Informasi,
Teknik Elektro (Konsentrasi: Teknik Informatika/Sistem Komputer).
Teknik Elektro
Minimal Lulusan S2 Teknik Elektro Bidang Ketenagaan/Power .
Teknik Mesin
Berpendidkan S2, S3 atau sedang menempuh studi program S2/S3 dengan jenjang pendidikan yang
sebidang/serumpun dari lulusan Si Bidang Teknik Mesin/Manufaktur/Mekatronika.
Psikologi
Minimal berpendidikan S2 bidang ilmu Psikologi, diutamakan lulusan Magister Psikologi Profesi.
Ilmu Komunikasi
Minimal berpendidikan S2 bidang Ilmu Komunikasi.
Statistika
Minimal berpendidikan S2 Statistika/Matematika konsentrasi Statistika.
Farmasi
Memiliki ijazah apoteker dan memiliki sertifikat kompetensi apoteker yang masih berlaku
Minimal berpendidikan S2 Ilmu Farmasi (Farmakologi, Kimia Farmasi, Farmasi Klinis, dan Biologi
Farmasi) atau sedang menempuh studi program S2/S3 dengan jenjang pendidikan yang sebidang/
serumpun.
Pendidikan Kimia
Minimal berpendidikan S2 bidang ilmu Kimia dari lulusan Si Pendidikan Kimia.
Pendidikan Dokter
Minimal berprofesi dokter dan sedang menempuh pendidikan S2 atau spesialis
Lulusan yang dibutuhkan untuk memenuhi departemen Ilmu Penyakit THT, Ilmu Bedah Umum, Ilmu
Kesehatan Kulit & Kelamin, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Penyakit Mata, Radiologi, Ilmu Kesehatan
Jiwa, Anestesiologi, Biokimia, Parasitologi, Fisiologi.
Ekonomi Islam
Berpendidikan S2 atau sedang menempuh studi program S2/S3 dengan jenjang pendidikan yang
sebidang/serumpun dari lulusan SI Akuntansi Syari’ah atau Manajemen Syari’ah atau Ekonomi Islam.
Pendidikan Agama Islam
Minimal berpendidikan S2 di bidang Pendidikan Agama Islam atau Pendidikan Umum dari Fakultas Ilmu
Pendidikan.
Profesi Apoteker
Memiliki ijazah apoteker dan memiliki sertifikat kompetensi apoteker yang masih berlaku
Minmal berpendidikan S2 dari bidang keahlian (Magister Manajemen Farmasi atau Magister Farmasi
Klinis atau Magister Kesehatan Masyarakat ( diutamakan minat promosi kesehatan).
Program D3 Analis Kimia
Minimal berpendidikan S2 dari bidang Kimia Organik, Kimia Analitik, Kimia Anorganik, atau Kimia
Fisik.
2. Mengajukan lamaran bermaterai cukup (Rp 6.000,00) yang ditujukan kepada :
Rektor Universitas Islam Indonesia
Gedung H. GBPH. Prabuningrat, Kampus Terpadu UII,
JI. Kaliurang Km 14,5 Yogyakarta
dilampiri dengan :
a. Salinan atau fotokopi (ijazah dan transkrip SI/S2/S3) yang telah dilegalisasi;

Pasfoto berwarna terbaru 3 (tiga) lembar ukuran 4 x 6 cm dan 1 (satu) lembar ukuran 2 x 3 cm;
Curiculum Vitae*)
Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku;
Fotokopi akte kelahiran yang telah dilegalisasi;
Surat keterangan sehat jasmani dari dokter dan sehat rohani dari dokter jiwa (hasil pemeriksaan 3 bulan terakhir);
Surat Keterangan Catatan Kriminal (SKCK) yang masih berlaku dan sudah dilegalisasi oleh Kepolisian;
Surat pernyataan tidak pernah dihukum penjara/kurungan dan surat pernyataan tidak pernah diberhentikan
tidak dengan hormat pada suatu instansi )
Mengisi formulir pendaftaran calon dosen tetap Ulf’)
Ketentuan-ketentuan lain:
1. Waktu dan tempat pendaftaran :
a. Pendaftaran dibuka 2 s.d 25 Juli 2013 pada jam 09.00 s.d 15.00 WIB dan hasil seleksi administrasi
pelamar yang memenuhi syarat, diumumkan pada tanggal 2 Agustus 2013.
b Lamaran dapat
diserahkan/dikirimkan kepada Direktorat Organisasi dan Sumber Daya Manusia (DOSDM) UlI
(lantai 2), Gedung H. GBPH. Prabuningrat Kampus Terpadu JI. Kaliurang Km 14,5 Yogyakarta atau
dikirimkan melalui email bpsdm@uii.ac.id dan berkas lamaran lengkap dilampirkan dalam sebuah
file (seperti *.rar, *.zip, *.pdf). Berkas lamaran hardcopy (asli) harus sudah diterima oleh DOSDM
paling lambat pada 25 Juli 2013.
2. Penyelenggaraan ujian seleksi dilaksanakan mulai 19 Agustus 2013:
Tahap I diselenggarakan pada 19 Agustus 2013 (Psikotes);
Tahap II diselenggaakan pada 21-22 Agustus 2013 (Tes Bahasa lnggris);
Tahap III diselenggarakan pada 26 – 27 Agustus 2013 (tes kompetensi) dan tanggal 28 Agustus 2013 (tes
pengetahuan agama).
Persyaratan yang tidak lengkap, tidak diproses lebih lanjut.
Hal-hal yang belum jelas dapat ditanyakan di Divisi Administrasi SDM DOSDM UII (lantai 2) Gedung H. GBPH.
Prabuningrat, J1. Kaliurang Km 14,5 Yogyakarta, Telp. (0274) 898 444 – 458 ext. 1202.
Bagi pelamar yang pernah mengikuti proses seleksi dosen tetap dibatasi maksimal sampai dengan 3 kali periode
rekrutmen, dan penyimpangan dari ketentuan tersebut secara otomatis dinyatakan tidak memenuhi syarat
administrasi atau gugur sebagai calon peserta rekrutmen dosen tetap
Proses seleksi penerimaan dosen dilaksanakan secara obyektif.
*) Formulir dapat di download pada: http://www.uii.ac.id/.

Digital Object Identifier

Digital Object Identifier atau DOI dapat diterjemahkan secara bebas sebagai Pengenal Objek Digital, dan memang merupakan tanda pengenal atau identitas bagi kandungan intelektual dalam dunia digital yang bersifat unik dan tetap (persistent). Sebagai sebuah identitas, DOI membantu pengelolaan sumberdaya digital, terutama dalam kaitannya dengan hak cipta dan hak kekayaan intelektual. Dalam dunia bisnis dan komersial, DOI menjadi sebuah protokol bagi pertukaran informasi dan penjualan produk melalui e-commerce. Dalam konteks perpustakaan digital, DOI juga dipakai sebagai bagian dari metadata untuk pengelolaan sumberdaya digital, misalnya artikel jurnal elektronik. Koordinator yang mengurus pemberian identitas digital ini adalah International DOI Foundation atau IDF (http://www.doi.org/) , yang memiliki kantor registrasi atau pendaftaran nomor DOI di Amerika Serikat, Eropa, dan Australia.

Sistem DOI dikembangkan dengan memperhatikan beberapa standar dan saat ini sudah pula menjadi bagian dari ISO (ISO TC46/SC9). Komponen sistem DOI adalah:

• Aturan tentang pembuatan nomor DOI.
• Layanan resolusi (resolution service) yang didasarkan pada Handle System[1].
• Model data yang tercakup dalam sebuah data dictionary
• Mekanisme penerapan, berupa kebijakan dan prosedur pemakaian DOI.

Sebagaimana dijelaskan di buku panduannya[2], setiap DOI merupakan sebuah nomor unik (dikenal juga sebagai DOI name) yang hanya berlaku untuk satu entitas. Sistem DOI memberikan nomor ini sekali saja, tetapi untuk terus menjamin keunikannya, badan yang mendaftarkan (Registrant) DOI ini harus memastikan bahwa nomor yang sama tidak dipakai dua kali terhadap dua entitas yang berbeda. Sistem identitas lain, misalnya ISBN (International Standard Book Number) boleh digunakan bersama DOI untuk satu entitas, atau juga dapat dipakai sebagai bagian dari DOI itu sendiri. Cara penomorannya mengikuti sintaks yang terstandar sesuai ANSI/NISO Z39.84-2000. Selain itu, penomoran ini juga memperhatikan aturan tentang URI (Universal Resource Identifier) atau penanda universal untuk sumberdaya digital.

Rangkaian angka yang terdapat di DOI sama sekali tidak bermakna apa-apa selain sebagai penanda, sehingga dikenal juga sebagai rentetan buram (opaque string) atau nomor tak bermakna (dumb number). Satu-satunya cara untuk mengetahui segala sesuatu tentang entitas yang dirujuk oleh sebuah nomor DOI adalah dengan memeriksa metadata yang ikut didaftarkan ketika sebuah badan meminta nomor DOI tersebut. Nomor DOI itu sendiri tidak akan pernah berubah, walaupun mungkin kepemilikan entitasnya sudah bertukar tangan. Itu sebabnya, DOI disebut juga “persistent identifier” atau penanda abadi.

 

Ada dua komponen yang membentuk DOI, disebut sebagai prefix dan suffix yang dipisahkan oleh garis miring. Contoh:

10.1000/123456

Di contoh di atas “10.1000″ adalah prefix dan “123456″ adalah suffix. Secara teknis, tidak ada batasan panjang angka yang dipakai, sehingga secara teoritis jumlah DOI yang akan tercipta adalah tak terbatas. Contoh-contoh berikut juga sudah mengikuti aturan DOI: 10.1234/NP5678 10.5678/ISBN-0-7645-4889-4 10.2224/2004-10-ISO-DOI Semua DOI dimulai dengan angka 10 supaya berbeda dari nomor lain yang termasuk dalam Handle System. Di dunia jaringan komputer dan Internet, Handle System adalah sebuah sistem dan standardisasi penamaan untuk berbagai keperluan komunikasi dan penggunaan data. Sebagai sebuah sistem, Handle System terdiri dari sebuah protokol, sebuah rangkaian penamaan (namespace), dan sebuah implementasi perujukan. Protokol memungkinkan sebuah sistem komputer menyimpan nama (atau handles) dari sumberdaya digital, dan lalu menggunakan nama itu untuk menenukan lokasi, mengambil, dan mengolah sumberdaya digital yang bersangkutan.

Penerapan DOI dilakukan dalam sebuah proses yang disebut DOI name resolution. Kata “resolusi” di sini dimaksudkan sebagai proses pemasukan sebuah penanda (identifier) ke sebuah sistem sebagai sebuah permintaan (request) untuk mendapat jawaban atau luaran berupa informasi tentang entitas tertentu, misalnya tentang lokasi entitas itu (dalam bentuk URL). Sebagaimana dijelaskan di atas, DOI selalu bersifat unik dan kekal, menunjuk atau mengidentifikasi sebuah entitas digital tertentu. Sedangkan URL mengidentifikasi lokasi atau alamat entitas tersebut. Analoginya adalah ISBN sebagai nomor yang mengidentifikasi sebuah buku, dan nomor rak yang mengidentifikasi di lokasi mana buku tersebut dapat ditemukan. Proses resolusi DOI, dengan demikian, adalah proses mengaitkan atau menghubungkan antara identitas sebuah entitas dan alamat entitas itu. Resolusi sederhana ini disebut juga sebagai single point resolution, dan dapat diilustrasikan seperti ini:

Image:DOI.jpg

Pada kenyataannya, DOI seringkali dipakai justu untuk resolusi yang lebih rumit, melibatkan berbagai proses identifikasi, atau dikenal juga dengan multiple resolution. Dalam resolusi ini, satu entitas dikaitkan dengan berbagai entitas lainnya, misalnya dalam kasus ketika satu entitas memiliki lebih dari satu alamat URL, atau satu DOI berkaitan dengan beberapa DOI lain, sebagaimana diilustrasikan di gambar di bawah. Tentu saja, proses resolusi ini dapat dilakukan secara otomatis oleh komputer, agar pengguna tidak harus melakukan langkah-langkah secara hastawi (manual). Dalam hal ini, peran DOI sangat penting, sebab ketika menelusur informasi di Internet, kita seringkali mendapat pesan “Error 404″ yang menyatakan bahwa halaman atau situs yang kita inginkan tidak ditemukan karena alamatnya (URL) tidak ditemukan. Ini sama artinya dengan: tidak ada resolusi untuk URL tersebut.

Image:DOI2.jpg

Untuk dapat menjalankan proses resolusi tersebut, Sistem DOI dilengkapi dengan sebuah daftar data (data dictionary) dan kerangka kerja (framework) untuk penggunaan daftar tersebut. Kedua komponen ini menjadi alat bagi Sistem DOI untuk mengidentifikasi entitas yang dirujuk sebuah DOI (sistem memeriksa isi data dictionary), dan memahami bagaimana berbagai DOI saling mengait (sistem melakukan pengelompokan dan pemilahan). Ini dapat dilakukan karena Sistem DOI menggunakan apa yang disebut interoperable data dictionary yang dibuat berdasarkan sebuah ontologi. Dalam sistem komputer, data dictionary pada dasarnya merupakan daftar istilah, lengkap dengan definisinya. Sebuah ontologi memungkinkan sebuah data dictionary memiliki semacam model berpikir atau logika yang dapat digunakan komputer untuk menarik kesimpulan yang sistematis. Sebuah data dictionary bersifat interoperable jika istilah-istilah yang dikandungnya datang dari berbagai sistem komputer atau dari skema-skema metadata yang berbeda.

Source: http://digilib.undip.ac.id/index.php/component/content/article/53-perpuspedia/202-digital-object-identifier-

Indeks-h

Indeks-h (bahasa Inggris: h-index) merupakan indeks yang mencoba untuk mengukur baik produktivitas maupun dampak dari karya yang diterbitkan seorang ilmuwan atau sarjana. Indeks ini didasarkan pada jumlah karya ilmiah yag dihasilkan oleh seorang ilmuwan dan jumlah sitasi (kutipan) yang diterima dari publikasi lain. Indeks ini juga dapat diterapkan pada produktivitas dan dampak dari sekelompok ilmuwan, seperti departemen atau universitas atau negara. Indeks ini disarankan oleh Jorge E. Hirsch, seorang ahli fisika di Universitas California San Diego, sebagai indeks untuk mengukur kualitas fisikawan teoretis. [1].

Indeks ini didasarkan pada distribusi jumlah sitasi (kutipan) yang diterima oleh sebuah publikasi dari seorang peneliti. Seorang ilmuwan memiliki indeks h jika sejumlah h dari Np artikel yang telah dipublikasi, setiap publikasi tersebut telah setidaknya menerima h sitasi. Dengan kata lain, seorang ilmuan dengan indeks-h telah menerbitkan h makalah yang masing masing telah dikutip oleh publikasi lain setidaknya h kali. Jadi, indeks-h mencerminkan jumlah publikasi dan jumlah kutipan per publikasi. Indeks ini dirancang untuk memperbaiki indeks sebelumnya seperti jumlah total kutipan atau publikasi. Indeks tersebut berfungsi dengan baik hanya untuk membandingkan ilmuwan yang bekerja di bidang yang sama; konvensinya sangat berbeda antara bidang yang berbeda.

Salah satu kritik terhadap metode ini adalah bahwa indeks-h gampang dimanipulasi melalui swasitasi (self-citation).[2]

Source: http://id.wikipedia.org/wiki/Indeks-h

Menghitung Impact Factor

Bagaimana suatu jurnal bisa memperoleh Impact Factor dengan nilai tertentu? Berikut caranya.

The Journal Impact Factor is published each year by Thomson Reuters. It measures the number of times an average paper in a particular journal has been referred to.

The Impact Factor of journal J in the calendar year X is the number of citations received by J in X to any item published in J in (X-1) or (X-2), divided by the number of source items published in J in (X-1) or (X-2).

Bibliometrics graph

Source items

‘Source items’ is the term used to refer to full papers: original research articles, reviews, full length proceedings papers, rapid or short communications, and so on. Non-source items, such as editorials, short meeting abstracts, and errata, are not counted in the denominator although any citations they might receive will be included in the numerator.

An example follows for the fictitious Journal of Great Science:

* In year X, the Journal of Great Science received 152 citations to items published in (X-1) and 183 citations to items published in (X-2). Total citations for Impact Factor calculation = 335.

* 123 source items were published in the Journal of Great Science in (X-1), and 108 in (X-2). Total source items for Impact Factor calculation = 231.

* Year X Impact Factor for the Journal of Great Science = 335/231 = 1.450.

The Impact Factor can be a useful way of comparing citability of journals, if the comparison is limited to a given subject field and the type of journals being compared (review, original research, letters) are similar. The absolute Impact Factor is of limited use, without that of other journals in the field against which to judge it.

Five-year Impact Factor

The five-year Impact Factor is similar in nature to the regular ‘two-year’ Impact Factor, but instead of counting citations in a given year to the previous two years and dividing by source items in these years, citations are counted in a given year to the previous five years and again divided by the source items published in the previous five years.

An example for Tetrahedron Letters:
2-yr Impact Factor: 9621 citations in 2010 to items published in 2008 and 2009 / 3675 items published in 2008 and 2009 = 2.618
5-yr Impact Factor: 23846 citations in 2010 to items published in 2005, 2006, 2007, 2008, and 2009 / 9602 items published in 2005-2009 = 2.483

A base of five years may be more appropriate for journals in certain fields because the body of citations may not be large enough to make reasonable comparisons or it may take longer than two years to disseminate and respond to published works. The two measures differ also in the amount of variability between years. The two-year Impact Factor can fluctuate by around 20% in value each year, whereas the five-year measure, while still showing changes over time, presents a much smoother variation.

The exact number in the metric may differ, but often this difference disappears when one looks at the relative position of a journal within its subject field. If the whole field evolves slower and benefits from a 5-yr measure, the rankings will not differ much.

Ranking

Journals are often ranked by Impact Factor in an appropriate Thomson Reuters subject category. As there are now two published Impact Factors, this rank may be different when using a two- or a five-year Impact Factor and care is needed when assessing these ranked lists to understand which metric is being utilized. In addition, journals can be categorized in multiple subject categories which will cause their rank to be different and consequently a rank should always be in context to the subject category being utilized.

Source: http://ijsejournal.com/?idmenu=19&id=20

Canggihnya BMW i3 terbaru bertenaga listrik

Jakarta (ANTARA News) – Menjelang peluncuran BMW i3 terbaru, BMW menyebarluaskan rincian lebih lanjut mengenai kecanggihan mobil bertenaga listrik tersebut.

Seperti dilaporkan Greencarreports, i3 merupakan hatchback lima pintu dengan baterai motor listrik yang menghasilkan daya 125-kilowatt (170 tenaga kuda) dengan torsi puncak dari 184 lb-ft.

BMW menyebut kendaraan itu dapat melaju dari 0-100 km/jam dalam waktu sekitar 7 detik.

BMW mengatakan kendaraan itu dapat menempuh “80 sampai 100 mil” untuk satu kali baterai isi penuh.

Setting “Eco Pro” dapat menambah efisiensi sekitar 12 persen.

Baterai i3 disebut berisi “sekitar 22 kilowatt-jam” dengan 4 mil untuk setiap kwh.Baterai i3 seberat 450 pound berisi lithium-ion.

Perbandingan berat belakang dan depan “hampir 50 : 50″. Roda belakang juga mendapat pasokan tenaga dari motor listrik.

Tersedia juga mesin opsional 650cc yang akan memasok listrik untuk baterai jika kekuatannya tersisa pada persentase tertentu.

Mesin bensin dua silinder yang dengan kekuatan 34 tenaga kuda itu terletak di bagian belakang tapi tidak menganggu kapasitas bagasi.

Rencananya, i3 model 2014 akan diperkenalkan di New York City pada 29 Juli.

Dengan peluncuran tersebut, BMW akan menjadi pabrikan besar keempat yang memproduksi massal kendaraan listrik, setelah Tesla, Nissan, dan General Motors.

Bodinya terbuat dari carbon-fiber-reinforced plastic (CFRP). BMW i3 model 2014 akan menjadi kendaraan massal pertama yang menggunakan serat karbon sebagai dasar cangkang bodi.

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © 2013

Source: http://otomotif.antaranews.com/news/1373472883/canggihnya-bmw-i3-terbaru-bertenaga-listrik

Survei: penjualan global komputer pribadi jatuh lagi

New York (ANTARA News) – Penjualan global komputer pribadi (PC) jatuh lagi untuk kelima kuartal berturut-turut pada periode April-Juni, penurunan terpanjang dalam sejarah pasar PC, sebuah perusahaan riset mengatakan Rabu.

Survei oleh Gartner menemukan Lenovo dari China merayap melewati Hewlett-Packard sebagai vendor terbesar dunia, merebut kembali posisi teratas yang sempat diraihnya pada tahun lalu, lapor AFP.

Angka-angka awal menunjukkan penurunan di seluruh dunia sebesar 10,9 persen pada kuartal kedua dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, dengan pengiriman PC jatuh menjadi 76 juta unit.

“Kami melihat penurunan pasar PC secara langsung terkait dengan penyusutan basis terpasang PC, ketika tablet yang murah menggantikan penggunaan mesin lama terutama untuk konsumsi di pasar yang matang dan berkembang,” kata Mikako Kitagawa, analis dari Gartner.

“Di pasar negara berkembang, tablet murah telah menjadi perangkat komputasi pertama bagi banyak orang, yang, pada terbaik, menunda pembelian PC. Ini juga memberikan kontribusi terhadap runtuhnya pasar notebook mini.”

Survei Gartner menunjukkan Lenovo mengambil pangsa pasar global 16,7 persen dengan mengirimkan 12,67 juta unit, tepat di depan HP 12,4 juta unit dengan pangsa 16,3 persen. Kedua perusahaan melihat penurunan penjualan, tetapi Lenovo terbatas hanya turun 0,6 persen sementara penjualan HP jatuh 4,8 persen.

Dell adalah penjual nomor tiga, dengan penjualan 8,9 juta unit dan pangsa pasar 11,8 persen.

Penjual nomor empat adalah Acer yang mengalami penurunan sebesar 35 persen, dan tempat kelima Asus yang menunjukkan penurunan 20,5 persen setelah kedua perusahaan yang berbasis di Taiwan itu memutuskan untuk keluar pasar notebook mini.

Pasar PC telah kesulitan di tengah pergeseran ke tablet, dan mendapat sedikit bantuan dari sistem operasi baru Windows 8 yang diperkenalkan oleh Microsoft pada tahun lalu.

“Sementara Windows 8 telah disalahkan oleh beberapa orang sebagai alasan penurunan pasar PC, kami percaya ini adalah tidak berdasar karena tidak menjelaskan penurunan pengiriman PC berkelanjutan, juga tidak menjelaskan kinerja pasar Apple,” Kitagawa mengatakan.

Apple tidak di antara lima vendor global teratas, tetapi ketiga di pasar AS dengan penurunan 4,3 persen dalam penjualan di kuartal terakhir, kata Gartner.

Secara keseluruhan penjualan di AS mencapai 15 juta unit pada kuartal kedua, turun 1,4 persen dari tahun sebelumnya, dan angka itu 8,5 persen lebih tinggi dari kuartal pertama.

Kitagawa mengatakan pasar AS menunjukkan ketahanan karena “pertumbuhan mantap di pasar profesional,” dengan beberapa penggantian komputer-komputer perusahaan.

Di wilayah termasuk Eropa, Timur Tengah dan Afrika, penjualan PC terlihat turun 16,8 persen tahun-ke-tahun, kata Gartner. Di Asia, penurunan tersebut 11,5 persen.

Sebuah survei terpisah yang dilakukan oleh perusahaan riset IDC menunjukkan gambaran yang sama, memperkirakan penurunan sebesar 11,4 persen dan 75,6 juta unit.

Tetapi IDC mengatakan penurunan itu tidak seburuk perkiraan semula.

“Kami masih mencari beberapa perbaikan pertumbuhan selama paruh kedua tahun ini,” kata Jay Chou, analis IDC.

“Sementara upaya-upaya oleh ekosistem PC untuk menurunkan poin-poin harga dan merangkul komputasi sentuh akan membuat PC lebih menarik, masih banyak yang perlu dilakukan dalam meluncurkan produk yang menarik dan mengatasi persaingan dari perangkat seperti tablet.”

Penerjemah: Apep Suhendar

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2013

Source: http://www.antaranews.com/berita/384702/survei-penjualan-global-komputer-pribadi-jatuh-lagi

Anggaran kesehatan mendekati 3,7 persen dari APBN

Jakarta (ANTARA News) – Wakil Menteri Keuangan RI Mahendra Siregar mengatakan, berdasarkan perhitungan sementara Kementerian Keuangan, alokasi anggaran kesehatan pada tahun depan mendekati angka 3,7 persen dari APBN.

“Menurut perhitungan sementara kami terhadap seluruh anggaran, belanja pemerintah untuk sektor kesehatan mendekati 3,7 persen dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). Memang itu belum memenuhi target lima persen seperti yang diamanatkan undang-undang,” kata Mahendra di Jakarta, Rabu.

Pernyataan tersebut dia sampaikan dalam rapat kerja (raker) dengan Menteri Kesehatan, Bappenas, dan Komisi IX DPR RI untuk membahas kesiapan pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional.

Wamenkeu menjelaskan, dalam perhitungan sementara Kemenkeu itu, yang dimaksud dengan anggaran kesehatan sebenarnya tidak hanya mencakup alokasi anggaran reguler (biasa) yang ada pada Kementerian Kesehatan.

“Akan tetapi, pada tahun 2014 tentunya dimasukkan elemen anggaran untuk premi Jaminan Kesehatan Nasional bagi PBI (penerima bantuan iuran) yang mencapai Rp19,9 triliun,” jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa belanja pemerintah untuk sektor kesehatan juga termasuk anggaran kesehatan berupa iuran tertanggung bagi TNI dan Polri serta anggaran untuk layanan kesehatan lainnya.

Namun, Wamenkeu mengaku bahwa alokasi anggaran untuk sektor kesehatan sebesar lima persen dari APBN, seperti yang diamanatkan Undang-Undang No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, memang masih sulit untuk dipenuhi.

Hal itu, menurut dia, karena secara keseluruhan APBN harus digunakan untuk semua sektor secara adil dan proposional.

“Jadi, kalau ada persentase untuk sektor tertentu yang dibuat `fixed` (tetap), itu tentu akan sulit, kan tidak mungkin APBN itu 105 persen,” kata Mahendra.

Oleh karena itu, lanjut dia, bila ada sektor yang membutuhkan anggaran lebih, anggaran di sektor lainnya akan dikurangi agar persentase alokasi anggaran APBN untuk semua sektor tetap 100 persen.

“Misalnya, setiap ada peningkatan APBN, pasti diikuti peningkatan alokasi anggaran pendidikan. Maka, persentase di sektor lain akan mengalami penyesuaian,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Wamenkeu juga mengatakan bahwa Kementerian Keuangan tetap berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan anggaran kesehatan, salah satunya dengan mengalihkan subsidi BBM ke premi Jaminan Kesehatan Nasional (Jamkesnas) untuk penerima bantuan iuran (PBI).

“Ini juga yang kami pegang bedasarkan raker 13 maret, ada pengurangan subsidi BBM untuk dialihkan ke anggaran premi PBI. Maka, iuran untuk PBI yang semula Rp15.500 meningkat menjadi Rp19.225 per bulan,” katanya.

Sementara itu, untuk modal awal persiapan operasional BPJS, sebagian modal berasal dari ekuitas PT ASKES dan PT Jamsostek yang akan dialihkan menjadi BPJS.

“Data terakhir kami, ekuitas PT ASKES sebesar Rp8,8 triliun dan ekuitas PT Jamsostek sebesar Rp6,5 triliun. Jumlah ini diperkirakan cukup untuk dipergunakan dalam tahap awal pelaksanaan operasional BPJS,” kata Mahendra.
(Y012/D007)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2013

Source: http://www.antaranews.com/berita/384663/anggaran-kesehatan-mendekati-37-persen-dari-apbn

Hit Stat
Check PageRank
News
Call Center

Admin 0271 825117
EMail+GTalk info@unsa.ac.id

Pooling
Mengetahui UNSA
Darimana Anda Mengetahui UNSA
Koran
Majalah
Internet
Brosur
Teman
Saudara
Chat
Iklan Radio
Iklan TV
Sekolah
Orang Tua
Dosen
Pin BB
Facebook
Google
Yahoo
View Result
free polls
Banking Payment
Payment Banking
Bank Apa Yang Anda Inginkan Untuk Pembayaran Kuliah?
BPD
BCA
Mandiri
BRI
BNI
Bukopin
BII
BTPN
CIMB Niaga
Danamon
View Result
free polls
Radio Favorit
Radio Favorit
Radio Apakah Favorit Anda ?
KarysmaFM
MettaFM
PTPN FM
SAS FM
Solo Radio
Suara Slenk
MTA FM
RDS FM
JPI FM
KaravanFM
JimbaranFM
PramborsFM
PassFM
SoloPosFM
View Result
free polls
Kartu Seluller Favorit
Operator Seluler
Kartu Seluler Apa Yang Anda Pakai?
Simpati
Kartu As
XL
IM3
Mentari
AXIS
Three
Esia
Star One
Flexi
Fren
Smart
Ceria
View Result
free polls
Sekolah Mitra
Sertifikasi