Jurnal yang Perlu Dipertimbangkan untuk Kenaikan Pangkat/Jabatan Dosen

Kami informasikan kepada para dosen pengusul/calon pengusul kenaikan pangkat/jabatan akademik dosen, terkait jurnal palsu yang tidak boleh dipergunakan dalam usulan serta informasi tentang questionable journal yang perlu diketahui dan diwaspadai.

A. Jurnal Palsu Berdasarkan Surat Direktur Diktendik
Pada tahun 2012, Direktur Diktendik mengeluarkan surat resmi tertuju pada tiga pengelola jurnal Nasional (JAM, Didaktika, dan Agritek. Surat-surat tersebut menginformasikan kepada pengelola bahwa jurnal tersebut tidak lagi dinilai untuk kenaikan pangkat/jabatan akademik dosen. File surat dan tampilan jurnal-jurnal tersebut dapat diunduh melalui halaman ‘Ketentuan PAK’ atau klik disini.

B. Jurnal Nasional tidak Terakreditasi dan Meragukan
Beberapa jurnal nasional tidak terakreditasi dan tergolong meragukan, antara lain:

PERCIKAN, Ikatan Keluarga Besar Universitas Jambi (IKBUJ) – Bandung
INOVASI, Jurnal Kajian Pendidikan, Jurnal Himpunan Mahasiswa dan Alumni Pasca Sarjana asal SUMUT
Aktualita, Kantor KPN – Bung Kopertis Wilayah IX Sulawesi
PROSPEK, Kantor Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta Wilayah IX Sulawesi
IQRA Journal Ilmiah LP2S UMI
Jurnal Tadulako, Alamat : Jl. Sekeloa Gg. Loa II RT 01 RW 02 Bandung

File tampilan jurnal nasional yang tidak terakreditasi dan dinilai meragukan dapat diunduh melalui halaman ‘Ketentuan PAK’ atau klik disini.

C. Jurnal Internasional Palsu
File tampilan jurnal internasional palsu dapat diunduh melalui halaman ‘Ketentuan PAK’ atau klik disini. Beberapa diantara jurnal internasional palsu tersebut antara lain:

International Journal of Business and Social Science (USA)
Asian Social Science (Canada)

D. Questionable Journals
Karya ilmiah di jurnal internasional yang diusulkan dalam kenaikan jabatan akan di periksa apakah terindeks di laman Thomson ISI Knowledge atau di Scopus SJR Journal Ranking atau Microsoft academic search. Apabila ditemukan di salah satu laman tersebut maka akan memenuhi kriteria sebagai jurnal internasional. Bila karya ilmiah tidak ditemukan disalah satu laman tersebut maka akan di periksa di laman scholarlyoa.com/publishers/ dan scholarlyoa.com/individual-journals yang memberikan informasi tentang publisher dan jurnal-jurnal meragukan (questionable journal). Dilaman ini juga dijelaskan alasan mengapa suatu jurnal sebagai jurnal meragukan. Bila jurnal yang diusulkan tidak pernah ditemukan sebagai jurnal yang tidak patut dalam penilaian Tim PAK maka jurnal yang diragukan tetap dinilai tetapi karya ilmiahnya tidak dapat dijadikan pemenuhan syarat kenaikan jabatan ke Guru Besar atau kenaikan jabatan ke Lektor Kepala dalam masa mukim 1-3 tahun. Jika jurnal meragukan tersebut telah ditemukan oleh Tim PAK dan ada hal-hal yang tidak patut, contohnya ada karya ilmiah di suatu jurnal internasional dibuat dari suatu template karya ilmiah dan lupa di delete maka jurnal tersebut tidak dinilai.

Oleh karenanya, disarankan berhati hati untuk melakukan publikasi karya ilmiah dalam jurnal yang meragukan .

Laman fakejournals.wordpress.com menampilkan daftar jurnal yang di curigai palsu di bidang Computer Science dan sebaiknya berhati hati bila akan mempublikasikan karya ilmiah.

Daftar publisher yang terdapat di dalam laman ini merupakan contoh publisher yang diragukan. Oleh karenanya, sebaiknya dosen berhati hati jika akan publikasi artikel ilmiah di jurnal tersebut. Salah satu contoh daftar yang ada di dalam laman tersebut adalah Beall’s List of Predatory, Open-Access Publishers by Jeffrey Beall 2012 Edition yang selalu diupdate oleh beliau (klik judul untuk detail).

Beberapa contoh publisher yang diragukan:

David Publishing Company
IJENS
Dove Medical Press

Di dalam website tersebut juga terdapat artikel yang perlu kita cermati, berjudul Criteria for Determining Predatory Open-Access Publishers.

Selain itu di dalam laman ini berisi daftar jurnal palsu di bidang Computer Science.
This entry was posted in Panduan PAK. Bookmark the permalink.
? Surat Edaran Tentang Usulan Penetapan Angka Kredit Dan Kenaikan Jabatan
Panduan Tentang Dokumen Usulan Kenaikan Jabatan/Pangkat Dosen ?
32 Responses to “Jurnal yang Perlu Dipertimbangkan untuk Kenaikan Pangkat/Jabatan Dosen”

By iip 09 March 2013 – 14:44

Setelah membaca “Jurnal yang tidak dinilai untuk kenaikan pangkat/jabatan dosen”, saya ingin mengetahui kriteria jurnal yang dapat digunakan untuk kenaikan pangkat dosen. Saya sudah beberapa kali publikasi di J. Chem. Chem. Eng. terbitan David Publishing Company. Penulis di jurnal ini berasal dari berbagai negara dan review-nya cukup teliti, jadi mengapa diragukan?. Sekali lagi saya ingin mengetahui apa kriteria jurnal yang dapat digunakan untuk kenaikan pangkat dosen, supay ke depan dalam publikasi tidak sia-sia.
Reply
By Administrator 09 March 2013 – 15:12

Beberapa informasi dan pengalaman lapangan banyak jurnal dari David Publishing yang meragukan, bukan berarti tdk bisa dinilai. Disarankan agar mencari journal yang masuk dalam Scopus atau yang setara misalnya di ISI -Thomson Reuter sehingga proses penilaian akan lebih cepat.
Reply
By rachmat kriyantono 15 March 2013 – 13:49

Saya ingin bertanya:
1. Sejak kapan ketentuan ttg jurnal palsu di atas mulai berlaku? apakah berlaku surut?
2. Saya pernah mempublikasikan artikel di IJBSS pada setahun lalu. Apakah sama sekali tdk bisa dinilai?
3. apa standar/kriteria yg digunakan untuk menentukan bahwa IJBSS tu termasuk jurnal palsu? karena saat di cek di website mereka, mereka jurnal yg terbitnya berkala, terindex dg proQuest, dll seperti terlihat di http://www.ijbssnet.com/update/index.php/indexes.html

Mohon penjelasannya.. terima kasih
Reply
By Administrator 20 March 2013 – 14:41

Beberapa jurnal terakreditasi sudah ditemukan tidak layak sejak tahun 2012, misal Jurnal JAM ( lihat surat Direktur Diktendik no. 309 tanggal 7 Februari 2012). Beberapa Jurnal internasional yang tidak layak dan meragukan ditemukan secara bertahap kemudian. Mengenai Jurnal IJBSS berdasarkan temuan oleh beberapa anggota Tim Penilai yang sesuai bidangnya, tata cara penulisan karya ilmiah pada jurnal tersebut tidak mengikuti kaidah yang berlaku, meskipun bisa ditemukan di proquest( Hal yang sama ditemukan oleh Pembimbing S3 yang juga anggota Tim Penilai ketika mhs S3 nya akan mengajukan Jurnal IJBSS sebagai rujukan, tata cara penulisan artikel tidak menunjukkan sebagai jurnal internasional.
Reply
By rachwan09 11 March 2013 – 19:05

Yth Pimpinan Dikti,
Saya ragu jurnal Asian Social Science (ASS), diterbitkan oleh Canadian Center of Science and Education dikategorikan sebagai jurnal internasional palsu. Sesungguhnya ASS telah terindex/archived di database SCOPUS. Untuk lebih jelasnya kunjungilah laman dibawah ini.

http://ccsenet.org/journal/index.php/ass/about/editorialPolicies#custom0

Lebih lanjut, website SCOPUS telah memuat universitas dan nama penulis yang menerbitkan karyanya di ASS. Saya sendiri telah menerbitkan karya saya di ASS. Saya juga telah mengecek dengan mudah universitas dimana saya bekerja, nama saya, serta nama jurnal dimana saya publikasi (termasuk ASS) di website SCOPUS. Untuk lebih jelasnya kunjungilah laman dibawah ini.

http://www.scopus.com/scopus/home.url

Klik Author Preview, Tulis universitas dan nama penulis yang menerbitkan karyanya di ASS, klik search). Setelah itu akan muncul nama penulis, nama universitas, dan nama jurnal.
Kami menyarankan agar Dikti tidak menggunakan satu sumber saja (Beall’s List) dalam mendefinisikan suatu jurnal internasional adalah jurnal internasional palsu.

Hormat Saya,
Rasionadi
Reply
By Administrator 10 April 2013 – 14:24

Temuan di dalam proses penilaian jabatan akademik, seperti yang tertera di dalam artikel ini (silakan dilihat kembali), menyebabkan jurnal ASS tidak dinilai.
Tim penilai juga telah mencari di http://www.scimagojr.com (powered by Scopus) tdk ditemukan jurnal tsb.
Reply
By muntohar 16 March 2013 – 14:50

Salah jurnal oleh Publisher Academic Journal oleh DIKTI dikategorikan ke dalam Questionable Journal. Academic Journal mengeluarkan International Journal of Physical Sciences. Naskah yang masuk ke jurnal IJPS selalu direview oleh minimal 2 reviewer dan hasil dikirim ke author dan diminta merevisi sesuai hasil review. Ada baiknya pihak DIKTI tidak melakukan generalisasi masalah publikasi ini, sebaiknya diteliti satu per satu. Saran: untuk journal dengan status Qoestionable ini, dalam pengusulan PAK sebaiknya dilampirkan hasil review dari reviewer journal yang dikirimkan ke email penulis. Tentunya ini lebih bijak daripada mengeneralisasi semua jurnal Academic Journal adalah masalah. Terima kasih dan mohon tanggapannya.
Reply
By Administrator 10 April 2013 – 14:28

Kalau ada jurnal sudah dikelompokkan dalam jurnal yang meragukan ( questionable journal) maka sebaiknya di hindari saja.
Reply
By muntohar 24 April 2013 – 21:10

Terima kasih atas tanggapannya. Jika TIM PAK DIKTI konsisten memvalidasinya dengan SCIMago Journal Rank (SJR), maka IJPS menurut Journal Analyzer dari Scopus memiliki nilai SJR = 0.247 dan SNIP = 1.118. Setiap naskah direview, dan hasil review dikembalikan ke author. IJPS merupakan salah satu jurnal yang menurut Jeffrey Bealls sebagai predatory journal. Tetapi faktanya memiliki nilai SJR. Sumber rujukan Jeffrey Bealls masih perlu divalidasi. Saran sebaiknya para anggota TIM PAK DIKTI mencoba untuk menulis naskah dan mengirimkannya ke journal-journal yang dianggap meragukan, sehingga bisa menarik kesimpulan. Silahkan untuk komparasi bagaimana Australia mengelola publikasi dalam suatu sistem Excellence Research Australia (ERA) atau Malaysia dengn sistem MyRA yang mengkategorikan kelompok jurnal yang diakui untuk promosi ke jenjang akademik. Mohon tanggapannya. Terima kasih
Reply
By herusuhartanto 29 April 2013 – 09:59

Saya sependapat dgn bp Muntohar, bahwa sumber acuan laman/situs Jeffrey Bealls masih perlu divalidasi dan jangan langsung menerima pendapat pribadi tersebut.

Sy sudah memposting tentang ini disini brbrp hari lalu tapi koq hilang, mudah2 an tak dihapus…. tapi karena masalah sistem. Posting sy itu terkait dengan perlunya DIKTI selaku institusi format penilaian Angka Kredit untuk hati hati dalam memakai acuan, dan saya mengutip tulisan di kompas Rabu 24 April 2013 tentang Heboh Jurnal Predator tulis oleh Sudarsono Hardjosoekarto…paragraph terakhir tulisan itu berbunyi sbb:

“Karena itu, patut disayangkan bila kemudian laman pribadi Jeffrey Beall yang kualitas ilmiahnya dipertanyakan itu digunakan otoritas resmi Ditjen dikti untuk menentukan kriteria baik tidaknya suatu jurnal dan publikasi. Beall sendiri menyatakan disclaimer dalam lamannya itu, OPINInya itu hanyalah pendapat pribadi, tidak mencerminkan pustakawan Universitas Colorado. Akan lebih bijak jika Ditjen Dikti sebagai otoritas tertinggi dalam penetapan kriteria jurnal dan publikasi yang berkualitas menggunakan prinsip, tata kerja, dan prosedur sendiri yagn transparan dan dapat dipertanggungjawabkan….”

Dan yang tahu kualitas karya ilmiah bukankah tim peer reviewernya yagn selama ini telah berkerja. Merekalah yang tahu kualitas isi karya ilmiah yang seharusnya tidak dilihat dimana media publikasi itu dilakukan. Bisa jadi karya ilmiah yagn tak diterbitkan atau diterbitkan di jurnal tak terakreditasipun…. bisa mempunyai kualitas yang tak kalah dengan karya ilmiah yagn dipublikasikan di jurnal berkualitas internasional (katanya)….

Mudah2 an, posting ini tal hilang lagi….. wasalam….
Reply
By Administrator 30 April 2013 – 18:08

Terima kasih atas tanggapannya. Laman Jeffrey Bealls, scimagojr, microsoft academic research hanya merupakan masukan tambahan, tetap saja karya yang diusulkan akan diperisa oleh tim PAK sesuai dengan bidangnya, dan keputusan penilaian ada di beliau.
By Nurhadi 18 March 2013 – 14:10

Yth Administrator, sebenarnya siapa yang memiliki kewenangan menilai kelayakan jurnal nasional di Indonesia ? Apakah Direktorat Jenderal Dikti ataukah Direktorat Diktendik ? Peneliti tentu sudah mempertimbangkan jurnal yang dianggap layak karena secara resmi terakreditasi berdasarkan SK Dirjen Dikti. Misalnya JAM terakreditasi berdasarkan SK Dirjen Dikti Agustus 2011. Ternyata tahun 2012 Direktur Diktendik menyatakan Jurnal tersebut palsu. Bagaimana kepastian status akreditasi Jurnal di Indonesia ? Bagi yang telanjur menerbitkan di jurnal JAM pada tahun 2011 dan belum sempat diajukan untuk kenaikan jabatan fungsional, apakah harus mengirim kembali artikel di jurnal terakreditasi lainnya ? Terima kasih.
Reply
By Administrator 10 April 2013 – 14:33

Dalam proses penilaian, walaupun jurnal tersebut dikatakan terakreditasi oleh Dikti, penilai akan tetap meneliti kualitasnya (terkait dengan yang diusulkan). Dalam proses tersebut telah ditemukan alasan2 yang menyebabkan JAM (salah satunya) dikategorikan menjadi jurnal palsu (silakan cek artikel).
Reply
By rasio09 20 March 2013 – 16:45

Yth Pimpinan Dikti

Kami sangat berharap, pimpinan Dikti menanggapi email yang telah kami kirim tanggal 11 Maret 2013 tentang kebenaran jurnal Asian Social Science (Canada) sebagai jurnal internasional palsu. Apakah kriteria telah terindeks/abstracted di SCOPUS yang dimiliki oleh jurnal ini tidak dapat diperhitungkan? Sekali lagi kami berharap pimpinan Dikti menanggapinya.

Hormat Kami
Rasionaldi/Rachwan09
Reply
By Administrator 10 April 2013 – 14:38

Jika ASS terindeks di scopus, mengapa di laman scimagojr.com (database dari scopus) tidak ditemukan?
Reply
By jnoor 21 April 2013 – 16:17

ASS ada di dalam Scopus Bapak Admin yth.
Sila Bapak klik tautan ini http://www.scopus.com/results/

Scimagojr itu adalah laman perangking jurnal.Kalau Scimagojr tidak memasukkan ASS di dalam hasil pencariannya, mohon pihak Dikti menanyakannya langsung ke sana.
Apakah Dikti lebih percaya kepada sumber sekunder daripada sumber primernya?

Mohon tanggapannya.
Terima kasih.

Salam dari Malang.
Reply
By Administrator 30 April 2013 – 18:04

Terima kasih atas tanggapannya. Laman Jeffrey Bealls, scimagojr, microsoft academic research hanyalah merupakan masukan tambahan, tetap saja karya yang diusulkan akan diperisa oleh tim PAK sesuai dengan bidangnya, dan keputusan penilaian ada di beliau..
Reply
By muntohar 24 April 2013 – 21:21

Mohon maaf saya pikir TIM PAK Dikti tidak lengkap menjawabnya. Hasil penelusuran dari Scopus, diperoleh bahwa AAS terindeks oleh Scopus. Melalui Journal Analyzer, AAS diterbitkan oleh Canadian Center of Science and Education, terbit mulai 2011. Sehingga wajar belum memiliki nilai SJR, karena SJR dihitung berdasarkan data publikasi 4 tahun terakhir. Sampai dengan 2012, AAS memiliki citation sebanyak 24, dengan jumlah naskah terpublikasi di tahun 2012 sebanyak 285 naskah, percent review = 1.4. Apakah data ini masih diragukan? Mohon ditanggapi.
Reply
By ety 21 March 2013 – 15:08

Mohon penjelasan dari DIKTI mengenai aturan tentang jurnal predatory yang mengacu kepada laman pribadi (Beall’s List of Predatory Journal). Sebagaimana diketahui bahwa laman tersebut adalah laman pribadi seseorang yang bernama Jeffrey Beall yang secara jelas juga dinyatakan bahwa daftar jurnal predatory dalam laman Beall tersebut merupakan OPINI PRIBADI dari Jeffrey Beall. Untuk itu maka mohon agar DIKTI berhati-hati dalam menetapkan standar aturan jurnal predatory tidak mengacu pada laman pribadi, sebab setelah dipelajari beberapa jurnal ternyata, antara lain SAP Publisher, sangat mudah diperiksa keabsahannya dan dihubungi dewan editorialnya. Demikian. Terima kasih.
Reply
By Administrator 10 April 2013 – 14:53

Laman tersebut kami nilai masuk akal, dan dapat dijadikan salah satu pedoman kami di dalam menilai kelayakan sebuah jurnal/publisher. Selain itu, penilai juga menggunakan pencarian di http://academic.research.microsoft.com/ dan scimagojr.com.
Reply
By yudysi 04 April 2013 – 13:19

Mohon maaf, saya ingin bertanya, bila artikel sudah terbit di Jurnal dan terindex Scopus/Thomson-ISI namun masuk dalam daftar publisher Questionable Journal/Publisher di http://scholarlyoa.com/publishers/, apakah artikel tersebut TIDAK DIAKUI dalam penilaian angka kreditnya atau gradenya diturunkan menjadi jurnal tidak terakreditasi?

Mohon petunjuk dan terima kasih banyak atas jawaban yang diberikan demi peningkatan kualitas artikel-artikel jurnal oleh para dosen di Indonesia.
Reply
By Administrator 10 April 2013 – 15:02

Maaf, mohon kami diberitahu contoh jurnal yang Anda sebutkan.
Reply
By math_anomali 23 April 2013 – 07:32

Jurnal dari publisher david publishing, hindawi, dan beberapa publisher lain yang dikategorikan meragukan juga banyak yang terindeks scopus dan dapat dicari melalui scimagojr. mohon penjelasannya. Terimakasih
Reply
By Administrator 30 April 2013 – 18:06

Terima kasih atas tanggapannya. Laman Jeffrey Bealls, scimagojr, microsoft academic research hanyalah merupakan masukan tambahan, tetap saja karya yang diusulkan akan diperisa oleh tim PAK sesuai dengan bidangnya masing-masing, dan keputusan penilaian ada di beliau.
Reply
By Yudy 11 April 2013 – 06:20

Mohon maaf, mohon petunjuk mengenai beberapa contoh jurnal yang saya maksud terindex Scopus dan dapat dilacak di scimagojr namun penerbitnya masuk dalam http://scholarlyoa.com/publishers/ adalah:
1. International Review of Electrical Engineering (terindex Scopus dan Thomson-ISI) penerbit: Prise Worthy Praize
2. International Review of Mechanical Engineering (terindex Scopus, EBSCO, CAS) ; penerbit: Praise Worthy Praize…Bealls memukul rata jurnal terbitan Praise Worthy Praize ini termasuk jurnal online, padalah jurnal mereka tidak online, ada proses review namun abstrak, penulis, judul dapat dilacak dengan Google.
3. Journal of Applied Science Research (Scopus, Penerbit: AENSI)
4. Advance in Natural and Applied Science (Scopus, Penerbit: AENSI)
5. Applied Mathematical Science (Scopus, Thomson-ISI, Penerbit: HIKARI, Ltd)

Mohon petunjuk pula, bila artikel yang dinilai dikategorikan jurnal Questionable apakah nilainya berkurang setara jurnal tidak terakreditasi atau NOL?
Kami berharap DIKTI juga menghargai hasil karya para penulis artikel tersebut dengan menilainya sesuai per naskah dan tidak memberikan nilai NOL, meskipun nilainya nanti berkurang saat dikategorikan Questionable Journal.

Sebagai contoh lain, Jurnal-jurnal terbitan Hindawi Publishing memerlukan article processing fee sekitar 600- 1000 USD/artikel untuk Jurnal terindex scopus. Namun anehnya Bealls tidak memasukkan ke dalam Questionable Publisher atau Journal padahal salah satu kriteria Predatory Journal adalah yang memungut biaya dari penulis terlalu tinggi. Semoga DIKTI juga mempertimbangkan informasi lain selain Beall’s, seperti ORCHID Scopus, atau yang lainnya yang bisa dipercaya.

Mohon maaf dan Terima kasih banyak atas jawaban dan penjelasan yang diberikan kepada kami.
Reply
By Administrator 30 April 2013 – 18:02

Terima kasih atas tanggapannya. Laman Jeffrey Bealls, scimagojr, microsoft academic research hanyalah merupakan masukan tambahan, tetap saja karya yang diusulkan akan diperisa oleh tim PAK sesuai dengan bidangnya, dan keputusan penilaian ada di beliau.
Reply
By arieframadhan 24 April 2013 – 11:06

Yth DIKTI, maaf kok saya ragu ya sama tulisan si Beall yang ada di link tersebut. Karena dia mengkategorikan sebuah jurnal menjadi “predatory” hanya karena journal tersebut menarik biaya processing fee.

Si Beall ini juga bilang di websitenya dia, bahwa daftar yang dia buat itu hanya OPINI PRIBADI.

Saya sudah cek, beberapa jurnal yang ada di list-nya dia, justru masuk ke indexing SCOPUS.

Lalu, kita percaya SCOPUS? atau percaya dia?

Padahal, sebuah jurnal untuk masuk SCOPUS itu susah sekali.

Bagi saya…Open access journal menarik Processing fee, adalah karena Open access journal tidak menarik bayaran ketika kita ingin download artikel yang ada di jurnal itu, alias gratis. Jadi lumrah saja.

Adalah aneh, klo hanya karena menarik processing fee, lalu langsung “di-cap” jadi predatory.

Lalu, iseng-iseng saya telusuri juga isi tulisan dia, dan ternyata kok isinya tidak sinkron dengan kenyataan. Misalnya…lihat tulisan si Beall ini di : http://www.academia.edu/2696157/_Predatory_Open-Access_Scholarly_Publishers. Dan lihat halaman 15. Dia bilang untuk penerbit “Science Publication” tidak ada phone, fax, atau alamat yang jelas. Tapi, ketika kita lihat websitenya langsung di http://www.scipub.org, ternyata informasinya sangat jelas kok. Coba aja ditelpon.

Klo hanya berdasarkan tidak adanya info alamat, maka jurnal-jurnal yang ada di Elsevier juga termasuk “Predatory” dong. Karena jurnal-jurnal di sana juga banyak yang nggak ada info no Phone dan fax nya. Bahkan email kontak Editor in chief nya aja nggak ada.

Dan satu lagi, ternyata IEEE yang katanya bonafide dan dipuja banyak orang, juga menarik biaya processing sampai US$1,750 per article. Lihat keterangannya di link berikut: http://www.ieee.org/publications_standards/publications/ieee_access.html .Nah apakah IEEE ini juga menjadi “predatory” ?

Jadi….kita percaya SCOPUS? atau percaya opini dia?
Reply
By Administrator 30 April 2013 – 18:06

Terima kasih atas tanggapannya. Laman Jeffrey Bealls, scimagojr, microsoft academic research hanyalah merupakan masukan tambahan, tetap saja karya yang diusulkan akan diperisa oleh tim PAK sesuai dengan bidangnya, dan keputusan penilaian ada di beliau…
Reply
By jeanneadiwip 25 April 2013 – 19:56

Yth. Pengambil Keputusan di DIKTI,
Daftar Pak Jeffrey Beall meragukan, silakan baca Kompas 24 April, rubrik opini: Heboh

Jurnal Predator Oleh Sudarsono Hardjosoekarto.

Saya setuju dengan Pak Sudarsono, bahwa Pak Beall bermaksud mematikan semua penerbit baru

yang tumbuh bak jamur di musim hujan, dan dengan demikian menguntungkan penerbit besar yang

sudah mapan, yang mungkin merasa tersaingi. Hal ini dapat dilihat dari komentar saya di

laman Pak Beall.

Saya memasukkan komentar pada laman Pak Beall, dan jawabannya menunjukkan bahwa memang

daftar dibuat asal2-an, silakan baca laman Pak Beall, mengenai beberapa komentar saya

(Jeanne Adiwinata Pawitan), dan komentar a.n. Galuh Sarasvati, karena saya telah diblokir,

sehingga tidak dapat memposting sanggahan baru. Menurut saya, ini adalah salah satu bukti,

bahwa Pak Beall tidak ingin, kalau pendapatnya disanggah orang dan merasa paling benar

sendiri.

Silakan baca juga komentar Galuh Saraswati mengenai salah satu jurnal Elsevier yang

meragukan, tetapi Elsevier tidak masuk dalam daftar Pak Beall.

Jadi, menurut saya, mendaftar hitamkan semua jurnal dari sebuah penerbit bukanlah hal yang

bijak. Dalam satu penerbit, mungkin saja ada jurnal abal-abal, tetapi ada pula jurnal yang

kredibel. Contohnya adalah Elsevier, yang seharusnya juga masuk dalam daftar Pak Beall,

tapi ternyata tidak tercantum di sana.

Terima kasih atas kesempatan “posting”.

Salam hormat,

Prof. dr. Jeanne Adiwinata Pawitan, PhD
Departemen Histologi FKUI
Reply
By Administrator 30 April 2013 – 17:39

Terimakasih atas pendapat yang disampaikan oleh Prof Jeanne Adiwinata P. Seperti yang telah kami ungkapkan dalam edisi terakhir dilaman pak.dikti.go.id, kami memberikan saran untuk lebih berhati hati bila menemukan beberapa jurnal yang diragukan apalagi akan melakukan publikasi karya ilmiah melalui jurnal tersebut. Sebelum ada tulisan di Kompas , dan sebelum adanya issue Blog Jeffrey Beall( JB) , tim PAK diakhir tahun 2011 telah menemukan beberapa jurnal internasional yang berisi karya ilmiah tidak berkualitas atau meragukan . Misalnya penyajian tulisan dalam satu nomor penerbitan disusun tidak menurut kaidah yang standar , ada karya ilmiah yang ditampilkan dalam format satu kolom dan ada yang dalam dua kolom di satu nomor penerbitan, ada juga dalam satu nomor 1 penulis mempunyai 3 sampi dengan 6 karya ilmiah dan jelas ini meragukan. Selain itu ada temuan nama Board of Editor yang kebetulan nama salah satu kolega yang sedang S3 di negara tetangga dan jelas ini merupakan suatu hal yang mustahil. Kemudian berlanjut ditemukan dengan ditemukannya beberapa karya ilmiah di suatu jurnal internasional yang kelihatannya direkayasa berdasarkan template karya ilmiah. Kebetulan semua jurnal yang bermasalah itu termasuk yang dalam laman JB (yang mulai diketahui sekitar pertengahan tahun 2012). Tim PAK tidak mengikuti apa semua informasi di laman JB , tetapi dapat kita baca di Laman JB ada informasi karya ilmiah palsu yang ditulis dalam jurnal internasional oleh Nono Lee, Pejabat palsu dan yang satunya oleh Nono Lee, Inul Daratista dan Agnes Monica dari Institut Dangdut Indonesia, yang sebelumnya juga menjadi berita heboh di masyarakat akademik Indonesia. Mungkin juga tidak bisa kita salahkan sepenuhnya kepada pengelola terkait, tetapi kecerobohan yang terjadi , tidak ada cek dan re-cek membuat kita harus lebih berhati hati dalam memilih jurnal untuk mempublikasikan karya ilmiah. Tim PAK akan menilai secara fair. Pengalaman yang lain meskipun karya ilmiah dipublikasikan di jurnal terindeks scopus dan tidak termasuk sebagai jurnal meragukan dalam laman JB ternyata karya ilmiah disusun asal-asalan maka Tim PAK juga akan menolak karya ilmiah tersebut. Informasi yang ada di laman JB merupakan masukan tambahan bagi Tim PAK. Jurnal internasional di laman ISI Thomson, Scopus dan Microsoft academic search juga menjadi salah satu kriteria dalam proses penilaian jurnal internasional.
Reply
By herusuhartanto 26 April 2013 – 14:46

Dear Dikti and Sejawat Dosen

pada harian Kompas, Rabu 24 April 2013, halaman 7, opini. Ada tulisan berjudul Heboh Jurnal Predator, oleh Sudarsono Hardjosoekarto. MEnarik untuk melihat sarannya bahwa untuk menilai paper dalam suatu jurnal, atau menilai jurnal atau menilai publisher suatu jurnal HARUS kredibel. Ada indikasi yang ditulis Beall di situsnya kurang kredibel.

Beberapa kalimat terakhir tulisan ini menyatakan bahwa Bahkan Beal sendiri menyatakan bahwa apa yagn ditulis merupakan opini pribadi. Akan lebih bijak jika Ditjen DIKTI sebagai otoritas tertinggi dalam penetapan kriteria jurnal dan publikasi yang berkualitas menggunakan prinsip, tata kerja, dan prosedur sendiri yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Reply
By Administrator 30 April 2013 – 18:07

Terima kasih atas tanggapannya. Laman Jeffrey Beall, scimagojr, microsoft academic research hanyalah merupakan masukan tambahan, tetap saja karya yang diusulkan akan diperisa oleh tim PAK sesuai dengan bidangnya, dan keputusan penilaian ada di beliau.

Source: http://pak.dikti.go.id/portal/2013/01/31/jurnal-yang-tidak-dinilai-untuk-kenaikan-pangkatjabatan-dosen/

Kriteria Jurnal Internasional

Kriteria Umum

1. Bahasa yang digunakan adalah bahasa PBB (Inggris, Perancis, Spanyol, Arab, Cina)
2. Pengelolaan naskah sedemikian rupa sehingga naskah yang diterima cepat terbit (rapid review) dan ada keteraturan terbit
3. Jurnal berkualitas (prestige), bisa dilihat dari daftar penelaah naskahnya dan Editorial Board-nya yaitu pakar di bidangnya dalam dan luar negeri.
4. Dibaca oleh banyak orang di bidangnya, bisa dilihat dari distribusi/peredarannya (circulation).
5. Menjadi acuan bagi banyak peneliti (citation).
6. Tercantum dalam Current Content dan sejenisnya (di PDII ada juga majalah abstrak yang disebut Fokus, tapi berbahasa Indonesia).
7. Artikel yang dimuat berkualitas, bisa dilihat dari kemutakhiran topik dan daftar acuannya.
8. Penyumbang artikel/naskah berasal dari banyak negara
9. Penelaah berasal dari banyak negara yang terkemuka di bidangnya.
10. Menawarkan off-prints/reprints.
11. Terbit teratur sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
12. Penerbitan jurnal tidak terkendala oleh dana.
13. Bukan jurnal Jurusan, Fakultas, Universitas atau Lembaga yang mencerminkan derajat kelokalan. Seyogyanya diterbitkan oleh himpunan profesi.
14. Memberi kesempatan penulis artikel membaca contoh cetak
15. Artikel yang dominan (kalau bisa > 80%), berupa artikel orisinil (hasil penelitian), bukan sekadar review atau ulasan.
16. Kadar sumber acuan primer >80%, derajat kemutakhiran acuan >80%.
17. Tersedia Indeks di setiap volume.
18. Ketersediaan naskah tidak menjadi masalah. Angka penolakan 60%
19. Mempertimbangkan Impact Factor, yaitu”
Jumlah sitasi pada artikel yang dimuat di jurnal X / Jumlah artikel yang dimuat di jurnal X

Faktor ini dihitung tahunan.
Contoh Impact Factor beberapa jurnal pada tahun 1993: Cell 37.192; Nature 22.326;
EMBO Journal 13.208; Eur J Biochem 3.306; Appl Biochem Biotech 0.731.

Pengumuman Persyaratan Wisuda

Teknik Industri-Universitas Surabaya, 7th National Industrial Engineering Conference (7th NIEC)

Dengan hormat,

Bersama surat ini, kami mengundang Bapak/Ibu untuk berpartisipasi dalam Seminar yang akan diselenggarakan oleh Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Surabaya, yaitu :

7th National Industrial Engineering Conference (7th NIEC)

dengan tema :

Enhancing Innovation and Sustainability Through Standards

Seminar ini akan diselenggarakan pada tanggal 10 Oktober 2013. Sedangkan workshop dengan judul Service Quality & Innovation, Introduction To 50001: Energy Management Systems (oleh BSN) dan Pendidikan Standarisasi dalam Kurikulum Teknik Industri (oleh BKSTI) akan diselenggarakan tanggal 11 Oktober 2013. Topik makalah adalah seluruh topik yang terkait dengan Teknik Industri. Pengumpulan makalah paling lambat tanggal 01 Agustus 2013. Keterangan lebih lanjut dapat dilihat pada website Teknik Industri-Universitas Surabaya di http://ti.ubaya.ac.id dan pada poster terlampir.

Besar harapan kami Bapak/Ibu dapat berpartisipasi pada seminar dan workshop tersebut.

Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya.

Salam,

Rahman Dwi Wahyudi
Sekretaris 7th NIEC

UNDANGAN SEMINAR NASIONAL DIGITAL INFORMATION & SYSTEM CONFERENCE 2013 (DISC 2013)

DIGITAL INFORMATION & SYSTEM CONFERENCE 2013 (DISC 2013)

SEMINAR NASIONAL DI BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI DAN SISTEM

 

Dengan thema:

 

Learning, Arts and Technology For A Better World

 

Tanggal : 28 September 2013

Website : http://disc.maranatha.edu

 

Call For Paper

Pada tahun kelima penyelenggaraan Digital Information & System Conference (DISC) ini, sebagai suatu wadah forum diseminasi pengetahuan dan informasi tentang perkembangan teknik pembelajaran, pencapaian teknologi dan aplikasinya serta pemanfaatan seni sebagai bagian dari bangsa yang berbudaya.

Melalui seminar nasional ini diharapkan dapat menjadi memfasilitasi para peneliti dan pendidik untuk saling bertukar informasi, berdiskusi dan mendidik yang melibatkan banyak pihak mulai dari akademisi hingga praktisi, mulai dari developer hingga end-user, mulai dari hal yang bersifat teori dan teknis hingga yang bersifat manajerial, sosial dan praktis.

Untuk maksud tersebut, maka Universitas Kristen Maranatha mengundang para akademisi dan praktisi untuk menulis dan menyajikan penelitian yang telah dilakukannya selama ini dalam sebuah forum seminar nasional yang mengangkat Pembelajaran, Seni dan Teknologi untuk kondisi yang lebih baik.

Topik:
(Contoh bidang aplikasi tanpa bermaksud membatasi:)

Teknik / Metoda Pembelajaran

Pengembangan Bahan Pembelajaran / Kurikulum

Teknologi informasi dalam bisnis
Computer Vision
Games
Decision Support System
Grafika, animasi dan multimedia
Jaringan komputer dan internet
Keamanan Sistem
Kecerdasan buatan
Neural Network
Pemrosesan paralel
Sistem Informasi Manajemen
Teknologi web
Virology (Virus)
Komputasi statistik
Pendidikan
Elektronika dan Interface
Mikrokontroler dan Robotika
Sistem kendali
Sistem komunikasi
Sistem tenaga listrik
Perancangan proses dan alat proses
Perpindahan panas dan momentum
Preparasi material baru dan aplikasinya
Sistem dan proses kontrol
Teknologi separasi dan purifikasi
Sistem Produksi, dll
Ilmu material
Konstruksi mekanik
Konversi energi
Manufaktur dan proses produksi, dll
Penerapan teknologi produksi bersih
Pengelolaan limbah
Sistem manajemen lingkungan
Manajemen Project informasi
Enterprise Resource Planning
e-commerce
e-goverment
e-education
e-learning
e-promotion
Seni Budaya
Desain
Komunikasi Visual
Interior
Arsitektur

 

REVIEWER

· Prof. Dr. Benjamin Soenarko, MSME

· Dr. Bunamin Uning, ST., MT.

· Dr. Ir. Ratna Dewi, ST., MT.

· Dr. Yosafat A.P., ST., MT.

· Ir. Widjono, M.Sc.

· Semuil Tjiharjadi, ST., MM., MT.

· Marvin Chandra Wijaya, ST., MM., MT.

· Andrew Sebastian Lehman, ST., M.Eng.

· Markus Tanubrata, ST., MM., MT.

· Joan Nugroho, ST., MT., Ph.D (Candidate)

· Hendri Wong, ST., MT.

· Para Reviewer lain dari ITB, PTN Malang, UNPAR, USD, Petra, ITHB, serta kalangan praktisi (nama menyusul)

Tanggal Penting :

– Early Bird
Pengumpulan full paper : 26 Juni 2013
Acceptable Annoucement : 4 Juli 2013
Camera Ready & payment : 20 Juli 2013
Biaya (Makalah ke 1) : Rp. 500.000,-
Biaya (Makalah ke 2 dst) : Rp. 325.000,-
Pelaksanaan Seminar + proceeding 1 : 28 September 2013
Pengiriman Proceeding tahap 2 : ± 17 Oktober 2013

– Regular
Pengumpulan full paper : 21 Agustus 2013
Acceptable Annoucement : 26 Agustus 2013
Camera Ready & payment : 6 September 2013
Biaya (Makalah ke 1) : Rp. 550.000,-
Biaya (Makalah ke 2 dst) : Rp. 355.000,-
Pelaksanaan Seminar + proceeding 1 : 28 September 2013
Pengiriman Proceeding tahap 2 : ± 17 Oktober 2013

– Express
Pengumpulan full paper : 11 September 2013
Acceptable Annoucement : 14 September 2013
Camera Ready & payment : 20 September 2013
Biaya (Makalah ke 1) : Rp. 600.000,-
Biaya (Makalah ke 2 dst) : Rp. 385.000,-
Pelaksanaan Seminar + proceeding 1 : 28 September 2013
Pengiriman Proceeding tahap 2 : ± 17 Oktober 2013

Pendaftaran dan biaya
Biaya seminar dan pemakalah dapat dibayar melalui:

Bank BCA Cabang Rajawali Bandung
AC no: 2811097731
AN: SEMUIL TJIHARJADI

Bukti Pembayaran mohon dikirimkan melalui email ke: disc.maranatha@gmail.com dan semuiltj@gmail.com

Biaya :

- Pembayaran sebelum tgl 20 Juli 2013 (Early Bird)

Biaya Pemakalah : Rp. 500.000,- / Rp. 525.000,- bila memilih proceeding 2 dikirimkan
Biaya setiap makalah berikutnya : Rp. 325.000,-

- Pembayaran sebelum tgl 6 September 2013 (Regular)

Biaya Pemakalah : Rp. 550.000,- / Rp. 575.000,- bila memilih proceeding 2 dikirimkan
Biaya setiap makalah berikutnya: Rp. 355.000,-

 

- Pembayaran hingga tgl 20 September 2013 (Express)

Biaya Pemakalah : Rp. 600.000,- / Rp.625.000,- bila memilih proceeding 2 dikirimkan
Biaya setiap makalah berikutnya: Rp. 385.000,-

 

Fasilitas :
– Seminar KIT
– Proceeding (Buku dan ber-ISBN) *
– Tas
– USB / Flash Disk 8GB (berisi file proceeding dan free application)
– Konsumsi
– Sertifikat

*Proceeding terdapat 2 versi:

- Proceeding 1 berisi full paper semua pemakalah & diberikan saat seminar
berlangsung

- Proceeding 2 berisi full paper, sesi presentasi dan tanya jawab semua
pemakalah. Proceeding 2 akan dikirimkan pada alamat pemakalah.

Biaya pengiriman untuk pemakalah yang memilih Proceeding 2 adalah Rp. 25.000,- yang dibayarkan saat pembayaran masing-masing tahap (Early Bird / Regular / Express)

Biaya kelebihan halaman (Maksimal makalah adalah 6 halaman) : Rp.65.000,- perhalaman

Biaya Peserta Seminar (bukan pemakalah) :

– Dosen / Umum Rp. 250.000,-
– Mahasiswa D1,D2,D3,S1 Rp. 150.000,-

Fasilitas :
– Seminar KIT
– Konsumsi
– Sertifikat

Catatan: (Pemakalah memilih jenis proceeding tahap 1 ATAU tahap 2)

- Proceeding tahap 1 diberikan bagi pemakalah yang menginginkan untuk
mendapatkan proceeding saat seminar dilakukan

- Proceeding tahap 2 diberikan bagi pemakalah yang menginginkan hasil
pemaparan, presentasi dan tanya jawab saat seminar disampaikan dalam
proceeding.

Sekretariat
DISC Secretariat 2013
Universitas Kristen Maranatha
Jl. Suria Sumantri 65
Bandung – 40164

Telp. (022) 2013186 ext 234 (Waktu kerja) up. Yayang
Telp. (022) 70290135 up Marvin
Fax. (022) 2013186 ext 230 (direct)
Fax. (022) 2015154 up. Marvin Chandra Wijaya (JTSK)
Email: disc.maranatha@gmail.com
Website : http://disc.maranatha.edu

Ranking 73 Tesca UNSA dari 551 PT

penjurian-tesca-2013.jpg

Malam semakin larut. Diskusi para pakar ICT yang menjadi komite juri dan tim juri TeSCA di lantai 15 Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta, 27 Februari 2013, semakin seru. Di tangan mereka, telah terkumpul 551 nama perguruan tinggi yang mendaftarkan diri sebagai pengguna ICT di lingkungan kampusnya. Dari ratusan nama itu, akan dipilih 100 dan 500 perguruan tinggi dengan pemanfaatan TIK

Universitas Surakarta menempati posisi 73 dari 551 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta se Indonesia. Mudah mudahan ranking ini bisa dipertahankan dan ditingkatkan

Saingi Blackberry, Nokia Pasang Aplikasi Whatsapp

JAKARTA–Dengan tombol langsung ke aplikasi WhatsApp, Nokia berharap bisa merebut pasar ponsel pintar Blackberry.

 

Perusahaan yang bermarkas di Espoo Finlandia itu, dalam situs resminya, menyebut Asha 210, ponsel Qwerty yang mempunyai tombol langsung ke aplikasi WhatsApp itu menyasar segmen menengah bawah dengan kisaran harga US$72 (sekitar Rp700 ribu).

Tidak hanya tombol, Nokia juga memberikan layanan aplikasi WhatsApp gratis bagi pemilik Asha 210 itu selain dukungan aplikasi Facebook, Twitter, akun email, fitur konektivitas nirkabel (WiFi), serta tombol akses langsung ke fitur kamera dua megapiksel.

Ponsel dengan variasi satu kartu SIM atau dua kartu SIM itu juga menawarkan akses penyimpanan data ke komputasi awan Nokia yang diklaim mampu menghemat konsumsi data memori hingga 90%.

Fitur-fitur lain yang terdapat pada Asha 210 yaitu aplikasi Nokia Nearby untuk pencarian tempat-tempat atau fasilitas umum, aplikasi peluncur YouTube, dan baterai berdurasi hingga 46 hari pada varian satu kartu SIM atau 24 hari pada varian dua kartu SIM.

The Verge menyebut ponsel Nokia WhatsApp itu akan merebut pangsa pasar ponsel pintar BlackBerry seri menengah bawah di wilayah Timur Tengah, Asia-Pasifik, dan Afrika.

Nokia akan mengapalkan ponsel bersistem operasi Series 40 Asha itu pada akhir kuartal kedua 2013 dengan pilihan kuning, biru muda (cyan), hitam, magenta, dan putih

Source: http://www.solopos.com/2013/04/26/saingi-blackberry-nokia-pasang-aplikasi-whatsapp-400388

Tiket ke Mars Dijual Rp350.000, Tak Kembali ke Bumi, Siapa Mau?

AMSTERDAM—Sebuah perusahaan Belanda bernama Mars One mulai membuka pendaftaran dan menjual tiket untuk astronot ke Mars. Keberangkatan ke Planet Merah ini dijadwalkan pada 2022 dan mendarat 7 bulan kemudian.

Uniknya, tiket ke Mars itu hanya satu arah sehingga para astronot tidak akan pernah kembali. Mereka akan terus hidup di Mars.

“Akan ada kremasi, namun terserah orang-orang di Mars tentan kematian mereka,” kata CEO Bas Lansdorp.

Tetap saja, perusahaan ini menerima 10.000 email dari orang-orang yang tertarik membeli tiket satu arah ke Mars ini. Alasan tiket ini hanya dijual satu arah adalah belum adanya teknologi yang memungkinkan perjalanan kembali ke Bumi.

Perusahaan ini mengumumkan sebuah audisi untuk kandidat di sebuah konferensi pers di New York. Orang berusia 18 tahun atau lebih dapat mendaftar lewat video dengan membayar US$38 atau sekitarRp350.000. Uang ini yang nantinya akan mendanai misi ini. Pasalnya, misi ke Mars ini membutuhkan dana sebesar US$6 miliar. Grup ini berencana untuk meluncurkan misi mendarat di Mars paling cepat Oktober 2016

Source: http://www.solopos.com/2013/04/25/tiket-ke-mars-dijual-rp350-000-tak-kembali-ke-bumi-siapa-mau-399889

Jumat Dini Hari, Gerhana Bulan Sebagian

JAKARTA—Indonesia akan mengalami gerhana bulan sebagian yang diperkirakan terjadi pada Kamis (25/4/2013) atau Jumat (26/4/2013) dini hari.

Kejadian alam tersebut dapat diamati dari Australia, Asia, Afrika, Samudra Hindia, Eropa, dan Amerika Selatan bagian Timur.

Untuk para pengamat di Amerika Tengah dan Utara tidak dapat menyaksikan fenomena alam tersebut.

Sementara itu, pengamat di bagian Timur Australia dan Asia dapat mengamati gerhana pada saat bulan akan terbenam, sehingga prosesi akhir gerhana tidak akan teramati.

“Bagi para pengamat di sebagian besar wilayah Asia dan Afrika dapat mengamati keseluruhan prosesi gerhana,” tulis situs BMKG, Rabu (24/4).

Adapun pengamat di wilayah Eropa, bagian Barat Afrika, dan Amerika Selatan akan mengamati gerhana pada saat bulan akan terbit, sehingga prosesi awal gerhana tidak akan teramati

Source: http://www.solopos.com/2013/04/24/jumat-dini-hari-gerhana-bulan-sebagian-399900

KASUS BUKU AJAR : Amsori Penuhi Panggilan, Ditahan di Rutan Solo

SOLO—Terpidana kasus korupsi pengadaan buku ajar Kota Solo, Amsori, memenuhi panggilan eksekusi dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo, Jumat (26/4/2013).

Pada kesempatan itu kejari langsung menjebloskan mantan Kepala Disdikpora Solo itu ke Rutan Kelas I Solo.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Amsori datang ke rutan pukul 08.00 WIB tanpa terlebih dahulu ke kantor kejari.

Beberapa jaksa yang diutus menemui Amsori di rutan. Selanjutnya jaksa dan Amsori menyelesaikan urusan administrasi di rutan. Setelah selesai Amsori dijebloskan ke penjara.

Otoritas rutan memasukkan Amsori di blok masa pengenalan lingkungan terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke kamar khusus tindak pidana korupsi (tipikor).

Sebelumnya, kejari melayangkan panggilan eksekusi kepada Amsori, Jumat (19/4) lalu. Kejari meminta Amsori memenuhi panggilan Jumat pekan ini.

Berdasar pantauan, saat Solopos.com tiba di rutan pukul 08.30 WIB Amsori sudah berada di dalam rutan. Petugas rutan tidak memperkenankan Solopos.com untuk masuk, sehingga tidak diketahui kondisi Amsori di dalam rutan.

Tiga pengacara yang menjadi kuasa hukum Amsori keluar dari rutan seusai mendampingi Amsori.

Koordinator tim pengacara, Sri Sujianta, saat ditemui Solopos.com di depan rutan, menyampaikan Amsori dengan penuh kesadaran memenuhi panggilan eksekusi kejari.

Menurutnya, sikap itu diambil karena Amsori tunduk pada hukum untuk melaksanakan putusan Mahkamah Agung (MA) yang telah menolak permohonan kasasinya.

Source: http://www.solopos.com/2013/04/26/kasus-buku-ajar-amsori-penuhi-panggilan-ditahan-di-rutan-solo-400696

Hit Stat
Check PageRank
News
Call Center

Admin 0271 825117
EMail+GTalk info@unsa.ac.id

 

Teknik Informatika
Bambang 0877 3622 128 128

02712169944
PIN BBM - 22C918D6
FB - bambangnet
T - @bambangnet
EMail+GTalk - bambang@unsa.ac.id

 

FISIP
Joko Sutanto 081329208667

 

Fakultas Ekonomi
Yuni 0813 29 555 999
PIN BBM - 2802B4E7

 

Fakultas Hukum
Bintara 0812 261 4614
PIN BB 26BF5BD5 bintara@unsa.ac.id

 

Fakultas Bahasa
Astrid 0812 261 02030

Pooling
Mengetahui UNSA
Darimana Anda Mengetahui UNSA
Koran
Majalah
Internet
Brosur
Teman
Saudara
Chat
Iklan Radio
Iklan TV
Sekolah
Orang Tua
Dosen
Pin BB
Facebook
Google
Yahoo
View Result
free polls
Banking Payment
Payment Banking
Bank Apa Yang Anda Inginkan Untuk Pembayaran Kuliah?
BPD
BCA
Mandiri
BRI
BNI
Bukopin
BII
BTPN
CIMB Niaga
Danamon
View Result
free polls
Radio Favorit
Radio Favorit
Radio Apakah Favorit Anda ?
KarysmaFM
MettaFM
PTPN FM
SAS FM
Solo Radio
Suara Slenk
MTA FM
RDS FM
JPI FM
KaravanFM
JimbaranFM
PramborsFM
PassFM
SoloPosFM
View Result
free polls
Kartu Seluller Favorit
Operator Seluler
Kartu Seluler Apa Yang Anda Pakai?
Simpati
Kartu As
XL
IM3
Mentari
AXIS
Three
Esia
Star One
Flexi
Fren
Smart
Ceria
View Result
free polls
Sekolah Mitra
Sertifikasi