style="display:inline-block;width:728px;height:90px"
data-ad-client="ca-pub-1447865582584874"
data-ad-slot="9356008053">

Lomba Blog http://myindischool-soloraya.com/

Demo

BEP Ancam Lapor Polisi, BEM Minta Maaf

Jumat, 13 Desember 2013 06:20 WIB | Ponco Suseno/JIBI/Solopos

Solopos.com, KARANGANYAR — Dosen Jurusan Teknik Informatika (TI) Universitas Surakarta (Unsa) yang dituduh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsa-ASMI berbuat cabul terhadap mahasiswi setempat karena menerima gratifikasi seks saat memberikan konsultasi skripsi akhirnya muncul. Lelaki berinisial BEP yang pernah menjabat sebagai ketua program studi Teknik Informatika itu langsung membuat nyali para penuduhnya surut setelah mengungkap rencana melaporkan mereka ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik dan melakukan perbuatan tidak menyenangkan.

Pembantu Rektor III Universitas Surakarta (Unsa) Yitno Puguh Martomo dan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsa-ASMI Boby Eka Ramadani yang Selasa (10/12/2013) lalu mengonfirmasi rencana pemecatan BEP paling lambat akhir tahun 2013, Kamis (12/12/2013) kemarin, mendadak mengubah pernyataan. Presiden BEM Unsa-ASMI Boby Eka Ramadani bahkan mengakui sebagai mahasiswa yang gegabah, lalai dan emosional.

Seperti diberitakan Solopos.com, Presiden BEM Unsa-ASMI Boby Eka Ramadani, Selasa lalu, mengklaim berhasil memaksa pihak rektorat perguruan tingginya berjanji menjatuhkan sanksi pemecatan terhadap BEP yang menurut dia tidak disukai mahasiswa karena banyak melakukan kesalahan. Janji yang menurutnya tertuang dalam kesepakatan tertulis itu didapat dalam audiensi 11 perwakilan mahasiswa dengan Rektor Margono dan Pembantu Rektor III Yitno Puguh Martono menyusul ancaman demonstrasi yang dilontarkan mahasiswa.

Nyatanya, Kamis kemarin, pernyataan Yitno Puguh Martomo dan Boby Eka Ramadani itu mendadak berubah. Baik Yitno Puguh Martomo maupun Boby Eka Ramadani menyatakan bahwa tuduhan pencabulan yang dilakukan BEP terhadap mahasiswi berinisial Dn tak pernah terbukti. Boby Eka Ramadani lalu meminta maaf kepada dosennya itu.”Dengan tidak terbuktinya tuduhan kami, otomatis tuntutan kami ke rektorat sudah gugur,” tukasnya.

Lalu bagaimana reaksi BEP atas permintaan maaf BEM Unsa-ASMI itu? BEP yang ditemui Solopos.com menyatakan dengan ikhlas bersedia memaafkan perbuatan tak menyenangkan yang dilakukan pengurus BEM Unsa-ASMI tersebut. Dosen yang saat ini juga menjadi kandidat doktor Universitas Gadjah Mada sekaligus konsultan teknologi informasi di Jakarta itu mengaku lebih senang memberi maaf kepada orang yang sudah mengaku salah daripada menaruh dendam.

“Mahasiswa ini adalah generasi penerus saya di kampus ini. Saya dengan senang hati memaafkan mereka. Dengan perdamaian ini, saya juga tak bersedia melaporkan kasus pencemaran nama baik kendati secara material dan moral, saya sudah dirugikan di sini [dan semula berencana melaporkan Boby ke polisi]. Saya menganggap mahasiswa ini masih begitu polos dan perlu dibina lagi ke depan,” ujarnya.

Disinggung tentang dugaan adanya aktor intelektual yang menunggangi aksi BEM Unsa-ASMI itu, BEP menjawab diplomatis. Dosen yang dikenal humoris itu mengaku perlu terus menaruh kewaspadaan ke depan. “Sampai saat ini, saya masih tetap menjadi dosen di sini. Soal adanya aktor lain yang menunggangi gerakan mahasiswa, saya tetap akan menyelidiki lebih lanjut. Tapi, saya tak akan melakukan main hakim sendiri,” kata dosen yang sudah mengabdi di Unsa-ASMI selama belasan tahun itu.

Sementara itu, PR III Unsa Yitno Puguh Martomo yang sehari sebelumnya juga mengamini rencana pemecatan BEP sebelum tahun 2013 berakhir mengemukakan anggapannya bahwa pertikaian antara BEM Unsa-ASMI dan BEP sudah selesai menyusul digelar mediasi yang ia lakukan. Sehari sebelumnya, ia menyatakan bahwa persoalan di Kampus Bumi Bengawan Unsa-ASMI di Palur, Karanganyaritu dia anggap berakhir setelah disepakatinya pemecatan BEP sebagaimana kesepakatan rektor dan BEM.

“Dengan perdamaian ini, otomatis nama Pak BEP harus dibersihkan ke depan karena tuduhan yang dilakukan mahasiswa tidak cukup bukti yang kuat. Dengan demikian segala tuntutan mahasiswa tempo hari menjadigugur. Agar kejadian seperti ini tak terjadi lagi ke depan, kami akan melakukan pembinaan secara internal di setiap kegiatan mahasiswa,” tandasnya

Source: http://www.solopos.com/2013/12/13/dugaan-pencabulan-unsa-bep-ancam-lapor-polisi-bem-minta-maaf-473929

Presiden BEM Akui Gegabah Tuduh Dosennya Cabul

Kamis, 12 Desember 2013 23:20 WIB | Ponco Suseno/JIBI/Solopos |
|

Solopos.com, KARANGANYAR — Pembantu Rektor III Universitas Surakarta (Unsa) Yitno Puguh Martomo dan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsa-ASMI Boby Eka Ramadani yang Selasa (10/12/2013) lalu mengonfirmasi rencana pemecatan dosen setempat yang dinilai berbuat cabul karena menerima gratifikasi seksual mendadak mengubah pernyataan, Kamis (12/12/2013). Presiden BEM Unsa-ASMI Boby Eka Ramadani bahkan mengakui sebagai mahasiswa yang gegabah.

Seperti diberitakan Solopos.com, Presiden BEM Unsa-ASMI Boby Eka Ramadani, Selasa lalu, mengklaim berhasil memaksa pihak rektorat perguruan tingginya berjanji menjatuhkan sanksi pemecatan terhadap salah seorang staf pengajar Jurusan Teknik Informatika (TI) yang tidak mereka sukai. Janji yang menurutnya tertuang dalam kesepakatan tertulis itu didapat dalam audiensi 11 perwakilan mahasiswa dengan Rektor Margono dan Pembantu Rektor III Yitno Puguh Martono.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, pada 2010, dosen berinisial BEP yang pernah menduduki jabatan sebagai ketua program studi Teknik Informatika itu dituduh mahasiswa telah mencabuli seorang mahasiswi berinisial Dn. Pencabulan dosen Unsa terhadap mahasiswi berinisial Dn itu dilakukan sebagai gratifikasi seks saat mahasiswi yang bersangkutan melakukan konsultasi skripsi. Akibat perbuatannya itu, Dn disebut-sebut mengalami trauma hingga kini.

Sebagai reaksi atas rumor itu, Boby Eka Ramadani mengakui organisasi mahasiswanya mengagas demonstrasi di Kampus Bumi Bengawan Unsa, Palur, Karanganyar. Belum sempat orasi disampaikan, tercapai kesepakatan antara para mahasiswa pengunjuk rasa itu dengan pihak rektorat. Mereka bersepakat BEP dipecat sebelum tahun 2013 berakhir. Kesepakatan itu sebagaimana diamini oleh Yitno Puguh Martomo selaku PR III Unsa, tertuang dalam surat kesepakatan bersama.

Nyatanya, Kamis ini, pernyataan Yitno Puguh Martomo dan Boby Eka Ramadani itu mendadak berubah. Baik Yitno Puguh Martomo maupun Boby Eka Ramadani menyatakan bahwa tuduhan pencabulan yang dilakukan BEP terhadap mahasiswi berinisial Dn tak pernah terbukti. Boby Eka Ramadani lalu melontarkan permintaan maaf secara terbuka kepada dosennya itu.

Boby Eka Ramadani mengaku tuduhan dugaan pencabulan yang dialamatkan kepada dosennya tidak kuat bukti. Ia bahkan mengakui bahwa dirinya adalah mahasiswa yang gegabah, lalai, dan terhanyut dalam emosi sesaat setelah menerima kabar burung tentang dugaan pencabulan yang dilakukan BEP kepada Dn tahun 2010.

Menurut dia, setelah mendengar rumor itu, BEM Unsa-ASMI menantang rektorat mengambil tindakan tegas berupa pemecatan dosen itu dari lingkungan kampus. Berbeda dengan pernyataannya kepada Solopos.com sebelumnya, menurut Boby Eka Ramadani, kala itu rektorat hanya berjanji bakal mengambil tindakan tegas sepanjang tuduhan yang dilakukan mahasiswa sesuai kenyataan, yakni mencukupi bukti dan fakta. Kala kali pertama mengungkap tuduhan di hadapan publik melalui pers, Boby Eka Ramadani memastikan bahwa BEP bakal dipecat dari Unsa sebelum tahun 2013 berakhir.

Nyatanya, seiring berjalannya waktu, BEM Unsa-ASMI secara sepihak mencabut pernyataan yang menyudutkan dosen yang saat kini tengah menempuh studi doktor di UGM itu. “Atas nama presiden BEM Unsa-ASMI, saya minta maaf kepada BEP dan mahasiswi berinisial Dn. Saya mengaku lalai, gegabah dan emosional saat mengeluarkan komentar di media beberapa hari kemarin. Ke depan, saya berjanji akan hati-hati saat mendapat informasi dari orang lain,” katanya.

Boby mengaku menyesal menuduh dosennya telah melakukan pencabulan. “Saya tidak tahu apakah ada yang menunggangi saat komentar saya kemarin. Apa yang dilakukan BEM Unsa-ASMI semata-mata berawal dari kabar burung yang tak jelas. Dengan tidak terbuktinya tuduhan kami, otomatis tuntutan kami ke rektorat sudah gugur,” ujarnya.
Source: http://www.solopos.com/2013/12/12/dugaan-pencabulan-unsa-presiden-bem-akui-gegabah-tuduh-dosennya-cabul-473890

Index Factor Jurnal Speed – IJCS – FTI UNSA

Index Factor Jurnal Speed – IJCS – http://speed.unsa.ac.id adalah 1.0769 http://uifactor.org/

Photo: Index Factor Speed - IJCS speed.unsa.ac.id : 1.0769 http://uifactor.org

Workshop Program Mobilitas Dosen Pakar

Pada tanggal 18 – 19 November 2013 Universitas Surakarta mendapat program dari DIKTI untuk mengadakan Workshop Program Mobilitas Dosen Pakar / Ahli. Kedua instruktur memberikan bekal tentang Renop, Renstra, KBK dan tata kelola Universitas. Semoga bermanfaat

Aksi Donor Darah UNSA – PMI

Rangkaian Dies Natalis UNSA

SEMAR FH UNSA

Aksi Donor Darah UNSA

Untuk warga civitas Akademika UNSA yang berkenan untuk mendonorkan darahnya. Besuk Selasa 22 Oktober ditunggu di Hall Prof. DR H.S. Brodjo Sudjono,SH,MS dalam rangka Pra Dies UNSA

Setetes darah anda akan menyelamatkan nyawa manusia dengan ijin Allah

Hit Stat
Check PageRank
News
Call Center

Admin 0271 825117
EMail+GTalk info@unsa.ac.id

Pooling
Mengetahui UNSA
Darimana Anda Mengetahui UNSA
Koran
Majalah
Internet
Brosur
Teman
Saudara
Chat
Iklan Radio
Iklan TV
Sekolah
Orang Tua
Dosen
Pin BB
Facebook
Google
Yahoo
View Result
free polls
Banking Payment
Payment Banking
Bank Apa Yang Anda Inginkan Untuk Pembayaran Kuliah?
BPD
BCA
Mandiri
BRI
BNI
Bukopin
BII
BTPN
CIMB Niaga
Danamon
View Result
free polls
Radio Favorit
Radio Favorit
Radio Apakah Favorit Anda ?
KarysmaFM
MettaFM
PTPN FM
SAS FM
Solo Radio
Suara Slenk
MTA FM
RDS FM
JPI FM
KaravanFM
JimbaranFM
PramborsFM
PassFM
SoloPosFM
View Result
free polls
Kartu Seluller Favorit
Operator Seluler
Kartu Seluler Apa Yang Anda Pakai?
Simpati
Kartu As
XL
IM3
Mentari
AXIS
Three
Esia
Star One
Flexi
Fren
Smart
Ceria
View Result
free polls
Sekolah Mitra
Sertifikasi